Berita dan Informasi

Sumber Berita dan Informasi Hot Baru Heboh Penting Menarik Hangat Unik Asik :)

Pria pemakan bangkai dan kotoran!

Pak Musik Alias Wak Balon "Sumanto Asal Medan" punya kelainan aneh ,suka makan bangkai dan kotoran manusia, ingin makan bangkai manusia namun takut di pidana.




Berbeda dengan Sumanto yang suka memakan tubuh manusia yang telah meninggal, Lagu Singgarimbun alias Pak Musik alias wak Balon sumber (52) ‘hanya’ hobi memakan bangkai hewan dan kotoran manusia. Warga Langkat, Sumut, tepatnya dari Dusun Sepirak, Desa Besadi, Kecamatan Kuala itu mengaku sudah 28 tahun menjalani hidup aneh itu. Dia mengaku, setidaknya dalam dua hari sekali, dia menyantap bangkai.

Rupanya warga di sekitaran itu telah lama mengetahui kelakuan aneh Pak Musik. Dikutip ruanghati.com dari Pos Metro Medan (grupnya JPNN) bertandang ke rumahnya. Semula, dia sedang asyik duduk menyandar di dinding warung dekt rumahnya, sambil menyulut rokok. Dia tidak mengenakan baju dan hanya memakai kain sarung warna hijau. Setelah memperkenalkan diri dan memberitahu maksud kedatangan Pos Metro Medan, ayah lima orang anak inipun sempat terdiam sejenak namun belakangan mengajak tamunya ke rumahnya.

Meski rutin mengkonsumsi bangkai ternak atau binatang, tapi Pak Musik mengaku tidak pernah ada masalah dengan kesehatannya. Bahkan menurutnya, bangkai yang disantapnya merupakan obat bagi tubuhnya. “Selama saya memakan bangkai itu, tak pernah sekalipun perut saya sakit. Artinya kesehatan saya tidak pernah terganggu, begitu juga ketika memakan kotoran manusia, saya tetap sehat-sehat aja, malah bertambah sehat rasanya,” ujarnya enteng.

Dia mengaku bangkai hewan apa saja yang pernah disantapnya, mulai dari bangkai ayam, ikan busuk dan bangkai-bangkai hewan lainya. “Kalau saya sebutkan satu satu, mungkin terlalu banyak,” ujarnya. Tapi yang pasti, lanjutnya, yang sering disantap bangkai ayam yang sudah banyak belatungnya. “Rasanya enak kok kalau dimakan pakai nasi,” jelas Pak Musik seraya mengaku terkadang memakan ayam bangkai tadi dengan bulu-bulunya.”

Pria yang hanya sekolah hingga kelas 3 SD itu pun cerita, kampung orang tuanya di Kuta Buluh Semole, Tanah Karo, sedangkan Pak Musik sendiri kelahiran Padang Bulan, Medan. dia anak kelima dari delapan bersaudara. Sejak tidak bersekolah lagi, Pak Musik hidup dan dibesarkan dari satu kampung ke kampung lainnya. Bahkan mulai hidup berpindah-pindah dari kota yang satu ke kota lain.

at Saturday, February 13, 2010 Labels: , , ,

1 comments:

Anonymous said...

Dasar Copy Paste.. Hargai dong hasil karya orang lain.. keparat lo!!

Post a Comment

Langganan artikel GRATIS!

Masukkan alamat email anda:

website-hit-counters.com